Senin, 28 Maret 2011

KRISTEN,ISLAM,BUDHA ,HINDU MASUK SURGA..MENURUT AJARAN SYEKH SITI JENAR ATAU AL-HALLAJ



ISLAM ,BUDHA ,HINDU ,KRISTEN ….MASUK SURGA

KRISTEN,ISLAM,BUDHA ,HINDU MASUK SURGA..MENURUT AJARAN SYEKH SITI JENAR ATAU AL-HALLAJ
ISLAM ADALAH AGAMA YANG TERAKHIR
ISLAM ADALAH AGAMA CINTA DAMAI
ISLAM ADALAH AGAMA LEMBUT DAN TOLERANSI
ISLAM ADALAH AGAMA PEMERSATU DARI SEMUA AGAMA
ISLAM ADALAH AGAMA YANG MENGAKUI BERIBU-RIBU ROSUL
ISLAM ADALAH AGAMA MENGAKUI ISA AS ROSULLULLOH
ISLAM AGAMA YANG PALING SEMPURNA DARI SEMUA AGAMA YANG PERNAH ADA DI MUKA BUMI
ISLAM ADALAH PENUTUP DARI SEMUA AGAMA
ISLAM ADALAH AGAMA YANG TERHORMAT
ISLAM ADALAH AGAMA YANG SELALU MENGAJARKAN HIDUP BERSIH DAN SUCI
ISLAM AGAMA ……………………………………………………
ISLAM PENYEMPURNA DAN PEMERSATU SEMUA AGAMA YANG SUDAH DI TURUNKAN TUHAN /ALLO/SANG HYANG WIDHI.ISLAM AGAMA YANG DI SAMPAIKAN OLEH ROSUL MUHAMMAD,ROSUL PENUTUP DARI SEMUA ROSUL YANG SUDAH DI TURUNKAN ALLOH,ROSUL KAUM PADA ERA NABI MUHAMMAD SAW,ERA ZAMAN AKHIR DIMANA ZAMAN YANG SUDAH TIDAK ADA NABI DI TURUNKAN LAGI .
PADA ZAMAN SEBELUM ISLAM DATANG ,ALLOH SUDAH MENURUNKAN ROSUL-ROSUL LAIN DENGAN MEMBAWA AGAMA YANG BERANEKA MACAM DENGAN AJARAN-AJARANNYA . SEBELUM ALLOH MENGENALKAN DIRINYA DENGAN SEBUTAN ALLOH,MAKA ALLOH ATAU AR-ROHIM SUDAH TERLEBIH DAHULU MENGENALKAN DIRINYA DENGAN NAMA ;
SANG HYANG WISESA ,SANG HYANG WENANG,SANG HYANG TUNGGAL ,GUSTI PANGERAN,SANG HYANG MANON…..ITU SEMUA ADALAH NAMA-NAMA TUHAN ,TUHANNYA ISA ,TUHANNYA MUSA,TUHANNYA DAUD,TUHANNYA MUHAMMAD SAW.
PADA ERA NABI ISA AS ALLOH ATAU AL-BASITH MENGENALKAN DIRINYA DENGAN NAMA TUHAN ALLAH ( KRISTEN ).
DARI SEMUA NAMA -NAMA TUHAN ITU ADALAH SEBUTAN TUHAN-TUHAN KITA ,TUHAN SEKALIAN CIPTANNYA . ALLOH MEMBOLEHKAN HAMBANYA DENGAN SEBUTAN APA SAJA YANG PENTING BAIK . KARENA ALLOH ATAU SANG HYANG TUNGGAL ADALAH TUHAN YANG MENGATUR DAN YANG MENENTUKAN MASUK TIDAKNYA HAMBA KE DALAM SURGA . ALLOH TIDAK MEMENTINGKAN NAMA ATAU IDENTITAS ,TAPI ALLOH LEBIH MEMENTINGKAN WUJUDNYA . ALLOH LEBIH SENANG DI SEMBAH WUJUDNYA ATAU DZATNYA DARIPADA DI SEMBAH NAMANYA . HAMBA BOLEH MEMANGGIL APA SAJA TUHANNYA ASAL SAJA BAIK .
SUATU CONTOH ; WUJUDNYA SEBESAR JARI TELUNJUK DAN DALAM NYA BERISI TEMBAKAUNYA DAN BILA DI SULUT API UJUNGNYA MAKA AKAN KEL;UAR ASAP …TENTUNYA ENAK DI ISAP,BARANG APAKAH ITU ?
DALAM BAHASA INDONESIA DI SEBUT ROKOK
DALAM BAHASA INGGRIS DI SEBUT SIGARET
DALAM BAHASA ARAB DISEBUT DUKHON
KESEMUANYA ITU ADALAH WUJUD DARI BARANG TERSEBUT, YANG WUJUDNYA SAMA PERSIS TAK ADA BEDANYA ,YANG MEMBEDAKAN ADALAH NAMANYA DOANG .
BEGITU PULA DENGAN ALLOH,SANG HYANG TUNGGAL,SANG HYANG MANON,TUHAN ALLAH .
ALLOH ATAU TUHAN ALLAH ATAU SANG HYANG WIDHI WUJUDNYA SAMA PERSIS .
NAMA -NAMA SANG WUJUD JUMLAHNYA BERIBU-RIBU SEBAGAIMAN JUMLAHNYA ROSUL ALLOH .
ISLAM,HINDU,BUDHA ,KRISTEN …ADALAH NAMA SUATU IDENTITAS ,YANG MANA SUATU IDENTITAS ITU MEMPUNYAI AJARAN-AJARAN YANG DI SESUAIKAN PADA ZAMANNYA,ATAU DI SESUAIKAN PADA SUATU KEHIDUPAN MASYARAKATNYA . SETIAP AGAMA MEMPUNYAI AJARAN -AJARAN SENDIRI-SENDIRI DALAM RANGKA AGAR DAPAT MENDEKATKAN KE TUHAN SEKALIAN CIPTAANNYA . DALAM ISLAM ADA AJARAN YANG NAMANYA SHAHADAT,SHOLAT,PUASA ,ZAKAT,HAJI,SABAR,LOMAN,IKHLAS,TAWAKKAL ,TIDAK BOLEH MAKAN BABI,TIDAK BOLEH BERBOHONG,TIDAK BOLEH BERZINA,TIDAK BOLEH MINUM KHOMER,TIDAK BOLEH BERJUDI DAN ……………………………….
KESEMUANYA AJARAN ITU AGAR HAMBA HIDUP RUKUN DAMAI ,TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN ,TIDAK MERUGIKAN DIRI SENDIRI, DAN TENTUNYA AGAR SELALU DEKAT PADA ALLOH TUHAN SEKALIAN MAKHLUQ .
APA GUNA AJARAN/ATURAN JIKA HAMBA SELALU MELANGGAR
APA GUNA KEYAKINAN JIKA TIDAK BISA MENGAMALKANNYA
APA GUNA SEBUAH NAMA JIKA NAMA YANG DI SEMBAH ,TAPI SEHARUSNYA WUJUDNYA YANG DISEMBAH
APA GUNA HUKUM JIKA SELALU DI LANGGARDAN TIDAK DI TAATI
AAPA GUNA PERINTAH JIKA PERINTAH SELALU SAJA DI LANGGAR
APA GUNA ……
JIKA ENGKAU MENGAKU ISLAM TAPI ;
JIKA WAKTU SHOLAT ENGKAU TIDAK SHOLAT
JIKA WAKTU PUASA ENGKAU TIDAK BERPUASA
JIKA ENGKAU ZAKAT ENGKAU TIDAK BERZAKAT
JIKA WAKTU HAJI ENGKAU TIDAK HAJI ,KARENA TAKUT HARTAMU BERKURANG
JIKA ENGKAU DI SURUH TIDAK BOLEH NGRASI,ENGKAUPUN TETEP NGRASANI
JIKA ENGKAU DI DURUH TIDAK BOLEH BERBOHONG,ENGKAU TETEP SAJA BERBOHONG
JIKA ENGKAU DI SURUH TIDAK BOLEH MENYAKITI ORANG LAIN,ENGKAKUPUN TETEP MENYAKITI
JIKA ENGKAU MEMPUNYAI PERILAKU BEGITU ,MAKA KAMU SEMUA ADALAH HANYA BERIDENTITAS ISLAM SAJA TAK LEBIH ,ENGKAU HANYA YAKIN SAJA ATAU PERCAYA BAHWA TUHAN ITU ADA ,TAPI SEMUA AJARANNYA TIDAK ADA YANG KAMU TAATI !
YAQIN AKAN WUJUD TUHAN ATAU DZAT TUHAN …TUHANNYA ORANG KRISTEN,BUDHA ,HINDU,ISLAM DAN ……………
AJARAN ISLAM ADALAH AJARAN YANG SEMPURNA DAN YANG BERLAKU PADA ZAMAN SEKARANG ,TAPI APA GUNA SEBUAH AJARAN/AGAMA JIKA PENGANUTNYA TIDAK ADA YANG TAAT !
JIKA KITA PERCAYA PADA ALLOH TAPI TIDAK TAAT ,MAKA TAK UBAHNYA KITA ALIRAN KEPERCAYAAN ,KARENA ENGKAU HANYA PERCAYA SAJA TAK LEBIH DARI ITU . PERCAYA PADA YANG WUJUD,PERCAYA PADA KEYAKINAN,PERCAYA PADA AJARAN ISLAM BENAR,PERCAYA BAHWA KITA HIDUP INI ADA YANG MENGATUR , TAPI ENGKAU SELALU SAJA MUNGKAR .
HAMBA-HAMBA YANG SEPERTI INI BANYAK SEKALI DI ERA SEKARANG,ERA NABI MUHAMMMAD .
WALAU MENGAKU ISLAM ,TAPI TIADA SHOLAT,PUASA ,ZAKAT,HAJI,SELAU BERBICARA BOHONG ,SELALU KORUP ( KKN ) DAN SEABREK KEMUNGKARAN-KEMUNGKARAN LAINNYA . HAL-HAL SEMACAM INI SUDAH MERAJALELA PADA ZAMAN SEKARANG . ZAMAN SEKARANG BANYAK ORANG YANG DI SIBUKKAN URUSAN DUNIANYA ,URUSAN ANAK-ANAKNYA,ISTRINYA DAN EGO-EGONYA .
INILAH KENYATAANYA ,JIKA SUDAH BEGITU ,MARI KITA HITUNG !
MISALNYA ;
AGAMA ISLAM MEMPUNYAI ; 100 AJARAN YANG BENAR
AGAMA KRISTEN MEMPUNYAI ; 50 AJARAN YANG BENAR,SEDANG YANG 50 SALAH/MELENCENG .
AGAMA BUDHA MEMPUNYAI ;25 AJARAN YANG BENAR,SEDANG YANG 75 MELENCENG( TIDAK SESUAI PADA ERA SEKARANG )
NAAAAAAAH…!
SEMISAL SEORANG ISLAM SEUMUR HIDUPNYA HANYA MENTAATI 5 AJARANNYA ( PERINTAH SANG WUJUD ) ,SEDANG YANG TIDAK DI TAATI BERARTI 95 .
SEDANG ORANG KRISTEN MENTAATI PERINTAH SANG WUJUD SEBANYAK 35 ,ITU BERARTI 65 YANG DI LANGGARNYA .
SEDANG ORANG BUDHA MENTAATI 15 PERINTAH SANG WUJUD,SEDANG YANG DILANGGARNYA BERARTI 75 .
NAAAAAAAAAAAAHHHH…………….! KITA MENYEMBAH NAMA , IDENTITAS ATAU MENYEMBAH SANG WUJUD ????????????……….
HAMBA MANA YANG PALING TAAT PADA PERINTAH SANG WUJUD ????????
ORANG ISLAM -95 ( MELAKUKAN KEMUNGKARAN 95 )
ORANG KRISTEN – 65 ( MELAKUKAN KEMUNGKARAN 65 )
ORANG BUDHA – 75 ( MELAKUKAN KEMUNGKARAN 75 )
SETELAH KITA HITUNG TERNYATA ORANG YANG BERAGAMA ISLAM LAH YANG PALING MUNGKAR KEPADA SANG WUJUD .
AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG PALING DIRIDHOI KARENA YANG PALING SESUAI PADA ZAMAN SEKARANG YAITU ZAMAN AKHIR,DIMANA ZAMAN SUDAH TIDAK ADA ROSUL LAGI …BENAR ATAU SALAH….AYOOOOOO ??????
MEMANG AGAMA ISLAM ADALAH AGAMA YANG TERBAIK,TAPI BUKAN BERARTI AGAMA YANG LAINNYA TIDAK BAIK !
WOOOOONG….SEMUA AGAMA ITU DI BAWA ROSUL ALLOH SEBAGAIMANA ISLAM JUGA .
AGAMA SELAIN ISLAM JUGA SUDAH DI PERKENALKAN ALLOH SEBELUM ADANYA AGAMA ISLAM DATANG YANG DI BAWA ROSUL MUHAMMAD,ROSUL YANG PALING SEMPURNA DARI BERIBU-RIBU ROSUL YANG SUDAH DI TURUNKAN SANG WUJUD TUHAN SEKALIAN ALAM .
SANG WUJUD MENURUNKAN AGAMA DI SESUAIKAN PADA ZAMANYA KARENA UNTUK MENGATUR MAKHLUQNYA AGAR TIDAK MORAT-MARIT .
YANG MEMBEDAKANNYA AGAMA ISLAM DENGAN AGAMA YANG LAINNYA ADALAH ATURAN-ATURANYA , YANG MANA ATURAN-ATURAN AGAMA ISLAM YANG TERTUANG DALAM KITAB SUCI AL-QUR’AN DI JAGA KE ASLIANNYA OLEH ALLOH SECARA LANGSUNG ,SEDANG KITAB-KITAB AGAMA YANG LAINNYA ALLOH TIDAK MENJAGA KE ASLIANNYA.
NAAAAH KARTENA ALLOH TIDAK MENJAGA ,MAKA KITAB-KITAB AGAMA SELAIN ISLAM BANYAK YANG MELENCENG .
MELENCENG DARI AJARAN YANG TELAH DI BUAT ALLOH PADA ZAMAN DIMAN KITAB ITU DI TURUNKAN.
ISLAM PEMERSATU AGAMA DAN AJARAN
ISLAM PEMERSATU UMAT MUHAMMAD DAN CINTA DAMAI
ISLAM ADALAH YANG PUNYA KITAB AL-QUR’AN YANG TIADA BANDINGANNYA.
sebenarnya agama selain islam adalah agama yang salah kerena sudah tidak relefen lagi pada zaman sekarang ,tapi karena alloh maha pengampun lagi maha penyayang pada hamba yang serba terbatas, maka alloh memberi pahala kepada mereka selain islam .
sebagaimana hadist SOHIH sbb ” dari hakim bin hizam , nabi muhammad saw bersabda ;engkau masuk islam bersama kebaikanmu di masa lampau ” ( HR . BUKHORI )
sebagaimana hadist bukhori tersebut , maka orang selain islam mendapat pahala dari tuhan mereka ,yaitu sedekahnya , ucapannya yang baik , sifat yang menolong sesamanya , sabarnya ,lomannya, ikhlasnya , tawakkalnya ,jujur pada amanatnya , yaitu semua yang di lakukannya hanya untuk sang wujud ALLOH SWT .
lalu di perkuat dengan ayat suci al-qur’an ” sesungguhnya orang-orang mu’min ,orang-orang yahudi , orang-orang nasrani dan orang-orang shobi’in ,siapa di antara mereka yang beriman akan menerima pahala dari tuhan mereka masing -masing ,,,”
orang yang beriman adalah orang yang percaya pada sang wujud ,bukan sekedar percaya pada nama , yang mana mereka menjalankan perintah tuhannya ” ( AL-QUR’AN AL-BAQOROH ; 62 )
Tapi jika mereka sudah mengerti kebenaran yang sesungguhnya bahwa agama islam adalah agama yang di kehendaki alloh , maka jika orang yang sudah beragama islam dan yakin akan kebenaran islam ,jika keluar dari agama islam ,maka tiada kata lain kecuali neraka ,karena sudah murtad alias kafir. tapi bagi mereka yang belum mengerti karena keterbatasannya sebagai manusia ,maka alloh maha pengampun dan maha mengerti kepada ciptaannya ,jika mereka selain islam tidak pelampui batas .
ISLAM AGAMA YANG PALING BENAR,TAPI BUKAN BERARTI AGAMA YANG SALAH !
KARENA ISLAM DI BAWA NABI YANG PALING AKHIR
KARENA ISLAM AJARANNYA YANG PALING SESUAI PADA ZAMAN SEKARANG
KARENA ISLAM PUNYA KITAB AL-QUR’AN DENGAN RAMALAN-RAMALANNYA YANG TIDAK ADA SATU PUN YANG SALAH.
KARENA AL-QUR’AN YANG BERANI MENANTANG SEMUA ORANG,JIN,MALAIKAT UNTUK MENANDINGINYA DALAM KEHEBATANNYA .
KARENA AL-QUR’AN MEMPUNYAI ARTI YANG DALAM ,YANG MANA ARTI DALAM AL-QUR’AN ITU BISA DI ARTIKAN BERBEDA -BEDA ,MENURUT TINGKATAN-TINGKATANNYA .
KATA ALLOH ;
” DAKU MEMPUNYAI BERIBU-RIBU NAMA
SEMUA NAMA ITU MEMANG NAMAKU
SIAPA SAJA BOLEH MEMANGGIL WUJUDKU DENGAN NAMA APA SAJA YANG PENTING BAIK.
TAPI JANGANLAH ENGKAU TAAT PADA NAMAKU
KARENA AKU ADALAH WUJUD
WUJUD BERARTI BERBENTUK
DAKU MEMBENARKAN ISLAM SEBAGAI AGAMA YANG PALING HAQ
TAPI BUKAN BERARTI AGAMA YANG LAINNYA ITU SALAH
KARENA AGAMA YANG LAINNYA ITU YANG MENGAJARKAN JUGA ROSUL-ROSULKU
KARENA AJARAN-AJARAN YANG LAINYA ITU JUGA ADA YANG SESUAI PADA ZAMAN SEKARANG.
YANG JADI PERSOALAN ADALAH SEBERAPA ENGKAU TAAT PADA WUJUDKU .
HAI ISLAM ,KRISTEN,BUDHA,HINDU DAN ….. SEBERAPA BANYAK HIDUPMU KAU PERGUNAKAN UNTUK AKU ALLOH .
AKU ADALAH WUJUD, AKU ADALAH DZAT….
APA GUNANNYA ENGKAU MENGAKU BERAGAMA SEDANG ENGKAU TELAH MUNGKAR TERHADAP PERINTAH-PERINTAHKU.
AKU TUHAN SEMUA CIPTAANKU !
BERHAQ MENGAMPUNI SIAPA SAJA YANG BODOH DAN KELIRU .
AKU ALLOH LEBIH SENANG DI SEMBAH WUJUDKU,DARIPADA DI SEMBAH NAMA-NAMAKU SAJA .
KATAKANLAH ” PANGGILLAH ALLOH, ATAU PANGGILAN AR-ROHMAN. DENGAN NAMA APA SAJA KAMU MEMANGGIL DIA ,MAKA KEPUNYAAN NYALAH SEMUA NAMA YANG TERBAIK ” ( QS . AL-IRO’ 110 ) .
JADI JANGANLAH ENGKAU SALING BUNUH ,HANYA BEDA AGAMA
JANGANLAH ENGKAU SALING MENEMBAK ,HANYA KARENA BEDA ATURAN
JANGANLAH ENGKAU SALING PENGGAL ,HANYA KARENA BEDA ALIRAN
JANGAN SALING MENCACI ,HANYA KARENA BEDA NAMA TUHAN
JANGAN SALING NGEBOM ,HANYA KARENA AGAMA KITA BEDA NAMA DOANG
INGATLAH ! KITA BERTUHAN SAMA YAITU SANG WUJUD .
YAITU TUHANNYA ISLAM ,KRISTEN,BUDHA,HINDU DAN TUHAN AGAMA YANG LAINNYA .
YAITU AGAMA YANG SUDAH DI TURUNKAN ALLOH MELALUI ROSUL-ROSULNYA .
LEBIH BAIK TIDAK MENGERTI, DARIPADA MENGERTI TAPI TIDAK MENTAATINYA .
ini adalah ajaran abu yazid al-bustomi, syekh siti jenar dan abu mansur al-hallaj , yang mana lebih mementingkan sang wujud daripada hanya sebuah nama atau identitas ,benar dan salah hanya alloh yang tahu secara pasti ,sedangkan manusia hanya mengira-ngira saja .
karena otak manusia sangat dangkal sedangkal sungai belakang rumahmu .
ilmu alloh toidak bisa di fikir dengan otak saja ,tapi juga dengan hati yang ikhlas yang selalu bertumpu pada sang wujud saja . ilmu bertambah jika sang hamba mengamalkan ilmu tersebut.
syekh siti jenar dan al-hallaj adalah waliyulloh dan seorang kekasih alloh ,yang mana hidupnya di abdikan seluruhnya kepada alloh semata ,tidak mementingkan ego nya sendiri .
” suatu keyakinan seseorang bisa mengakibatkan kehancuran dan saling bunuh antar manusia dan suatu keyakinan pula bisa mempersatukan umat manusia yang ada di muka bumi ”
Benar atau salah hanya alloh yang maha tahu.

Makhluk Pertama

 قد اخرج عبد الرزاق بسنده عن جابر بن عبد الله الانصاريّ رضي الله عنهما قال : قلتُ يا رسول الله بأبي و أمي أخبرني عن أوّل شئ خلقه الله قبل الأشياء قال يا جابر: انّ الله خلق قبل الأشياء نور نبيّك محمد صلى الله عليه و سلم من نوره
Abdul Ar-Razaq telah meriwayatkan sebuah hadits yang sanadnya diperoleh dari sahabat Jabir bin Abdullah Al-Anshori ra beliau berkata: “ Aku bertanya : “ Wahai Rasulullah, sumpah demi ayah dan ibuku, kabarkanlah kepadaku tentang makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah swt sebelum semua makhluk diciptakan-Nya.” Beliau bersabda : “Allah swt menciptakan makhluk sebelum semua makhluk diciptakan adalah nur nabimu Muhammad saw dari nur-Nya.” (H.R. Abdul Ar-Razaq)
Hadits tersebut memberikan kabar kepada kita bahwa ciptaan Allah swt pertama kali adalah nur nabi Muhammad saw, dan kita juga sudah tahu bahwa nabi Muhammad saw adalah manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan utusan Allah untuk ummat akhir jaman. Jadi, sebelum semua makhluk diciptakan, seolah-olah Allah sudah mempunyai rencana untuk menciptakan makhluk yang bernama manusia. Karena jika Allah tidak memiliki rencana untuk menciptakan manusia tidaklah mungkin Allah swt menciptakan nur Muhammad saw sebagai ciptaan yang pertama kali.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Abbas ra, dia mendengar dari Rasulullah saw, sesungguhnya beliau bersabda :
“Sesungguhnya orang Quraisy (nabi Muhammad saw) ketika masih berbentuk nur diharibaan Allah Azza wa Jalla, kira-kira dua ribu tahun sebelum diciptakannya nabi Adam as. Nur itu bertasbih kepada Allah dan para malaikat juga bertasbih dengan tasbih yang diucapkannya (nur). Dan ketika Allah menciptakan Adam, maka Allah menitipkan nur tersebut pada tanah yang menjadi cikal bakal Adam. Nabi Muhammad saw bersabda : “Kemudian Allah menurunkanku dibumi pada tulang belakang nabi Adam. Kemudian aku diikut sertakan dalam kapal nabi Nuh, pada saat itu aku berada dalam tulang rusuknya (sulbi) nabi Nuh. Setelah itu aku dipindah kedalam tulang rusuknya nabi Ibrahim, ketika beliau dibuang kedalam api. Allah swt senantiasa memindahkan aku dari tulang rusuk-tulang rusuk yang suci ke rahim-rahim yang bersih lagi megah, sehingga Allah swt melahirkanku dari bapak dan ibuku yang keduanya tidak pernah melakukan perzinahan sama sekali.
Pelajaran yang patut diambil dari hadits tersebut adalah ungkapan nabi tentang nur yang dititipkan kedalam tanah yang menjadi cikal bakal nabi Adam. Artinya sedikit banyak nur itu bercampur dengan tanah yang akan menjadi nabi Adam. Dan telah diketahui bahwa semua manusia yang hidup dalam dunia ini adalah anak cucu Adam. Artinya sedikit banyak nur tersebut melekat dan bercampur dengan diri kita. Sekarang terserah kepada kita sebagai manusia mau menghidupkan nur tersebut atau meredupkannya. Sebagaimana sabda nabi Muhammad saw yang dikutip oleh imam Al-Ghazali
Dan ketika Rasulullah saw ditanya tentang arti As-Syarh, dan artinya terdapat dalam firman Allah swt : “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.” Nabi bersabda : “Dia (As-Syarh) adalah nur yang telah dilempar oleh Allah swt dalam hati.” Kemudian ada yang bertanya : “Apa tandanya?” Kemudian beliau bersabda : “Karena hati itu yang menggeser dari darul ghurur (dunia) dan kembali pada darul khulud (surga).” Dan beliau saw adalah orang yang bersabda : “Sesungguhnya Allah yang telah menciptakan makhluk dalam kegelapan, kemudian Allah menaburkan kepada mereka nur-Nya.”

Misteri HURUF HIEROGLYPH, mengungkap Kisah NABI IDRIS, dalam Peradaban MESIR PURBA?

Peradaban Mesir Purba telah ada, sebelum 70.000 tahun yang lalu. Hal tersebut didasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Khufu (Cheops) di Giza, yang mengatakan bahwa piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer‘. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi.
Pendirian Piramid, erat hubungannya dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Oziris (Osiris), yang dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramida yang ditemukan, Oziris gambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Lewat kesaktiannya, Oziris dengan mudah bisa membinasakan bumi dan isinya.
Masyarakat Mesir Purba juga percaya bahwa dewa-dewa di langit itu harus mempunyai persinggahan di bumi. Atas dasar latar belakang itulah, kemudian Kompleks Piramida Giza dibangun. Tentu karena untuk Oziris, maka arsitektur posisi tiap piramidanya dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan posisi rasi bintangnya. Termasuk membangun penjaganya, yakni makhluk berbadan singa berkepala manusia (sumber : yuwie.com).

Oziris, sejatinya adalah Nabi Idris ?
Syaikh Thanthawi Jauhari di dalam Tafsir Jawahir-nya menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan IDRIS ialah Oziris atau Azoris, dan kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalam bahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.
Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar.
Di dalam sejarah Mesir Purba disebutkan bahwa Oziris (Idris) itu meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri karena dengki akan pengaruhnya yang besar. Lalu dipotong-potong badannya untuk dihancurkan. Tetapi sepotong dari badan itu dipelihara oleh isterinya dan dibalsem; pembalseman mayat itulah kelaknya yang menjadi kepandaian yang utama dari orang Mesir purbakala.
Syaikh Thanthawi menguraikan panjang lebar, bahwa di zaman purbakala bangsa Mesir itu di antara Kerajaan dengan agama adalah satu, sehingga Idris itu pun merangkap juga raja. Itulah sebab dia didengki oleh saudaranya. Namun setelah dia mati orang Mesir memuliakan sekalian jasanya yang besar- besar.
Kata dongeng mereka, setelah seorang raja besar atau orang besar mati, bersidanglah hakim-hakim 42 orang banyak anggotanya memusyawaratkan dan mempertimbangkan tentang kebaikan atau keburukan raja semasa hidup-nya. Rupanya kebaikan Oziris atau Idris itu lebih banyak dan lebih berat dari pada keburukannya; maka ditempatkanlah dia pada tempat yang amat tinggi dan agung di alam lain.
Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“pun memberatkan pendapatnya kepada pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari ini, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.
Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak bertemu kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.
Hal ini dikarenakan, Ilmu hasil penyelidikan kebudayaan dan Peradaban Bangsa Mesir Kuno, yang dikenal dengan nama “Egyptologi” barulah tumbuh sejak permulaan Abad Kesembilan belas, sejak para sarjana dapat membuka kunci rahasia Huruf Hieroglyph, huruf bangsa Mesir Purba itu.
Dari hasil penyelidikan yang baru berusia 165 tahun itu-lah didapat ceritera tentang orang besar Mesir yang bernama Oziris itu. Dan ajaran-ajaran Oziris yang didapat dari huruf-huruf Kuno itu bertemu pokok ajaran Tauhid. Cuma setelah lama kemudian sepeninggal dia, setelah pada mulanya hakim-hakim mengakui bahwa jasanya sangat besar, maka beliau di tempatkan di tempat yang Maha Tinggi di alam lain, yang pada akhirnya dipertuhankan, dipuja dan disembah (Sumber : Tafsir Al Azhar).
Dengan mengkaitkan Nabi Idris sebagai Oziris, jika dilihat dari masa kehidupannya, diperoleh informasi sebagai berikut :
1. Nabi Adam
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 200.000 tahun yang lalu, bahkan ada pendapat yang mengatakan beliau telah ada sejak jutaan tahun yang lalu (silahkan baca : Teori Darwin, Nabi Adam dan Piramid Giza dan MISTERI ARKEOLOGIS, di tengah PUING reruntuhan TEORI EVOLUSI).
2. Nabi Idris
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 70.000 tahun yang lalu.
3. Nabi Nuh
Diperkirakan masa kehidupannya, sebelum 13.000 tahun yang lalu (silahkan baca : Patung Spinx, bukti arkeologis bencana Nuh 13.000 tahun yang silam dan Kapal Nabi Nuh, Misteri Sejarah Peradaban Manusia)
Pendapat yang mengatakan, sesungguhnya Nabi Idris adalah leluhur dari Nabi Nuh mungkin ada benarnya. Akan tetapi jarak diantara keduanya, bukan hanya 3 atau 4 generasi (seperti yang dipahami selama ini), melainkan telah mencapai jarak puluhan, bahkan mungkin ratusan generasi.
“Dan ingatlah di dalam Kitab darihal Idris. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar, lagi seorang Nabi” (QS. Maryam (19) ayat 56).

Misteri Kendaraan Buraq

Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah "buraq" yang diartikan sebagai "Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw", dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum "buraq" itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise).
Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".



Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.
Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaksi terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.


Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.
Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.
Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.


Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.


Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.
Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.


Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
(QS. 70:4)


Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.
Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.


Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.
Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.


Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.


Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.
Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.


Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.


Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.
Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?
Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?


Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.


Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?


Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya?
Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?


Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)


Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.


Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?


Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.


Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .


Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.


Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).


Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.


Seperti yang sudah dibahas di halaman artikel "Kajian Israk Miqraj" bahwa Muntaha itu terletak digalaksi terjauh, dimana Adam dulunya diciptakan dan ditempatkan pertama kali bersama Hawa. Tetapi sejak Adam bersama istrinya dan juga Jin serta Iblis diusir oleh Allah dari sana, maka penjagaan terhadap tempat tersebut diperketat sedemikian rupanya, sehingga tidak memungkinkan siapapun juga kecuali para malaikat untuk dapat memasukinya, seperti yang termuat dalam ayat ke-8,9 dan 10 dari surah 72:
"...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)
"...kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api." (QS. 72:8)
"...Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai." (QS. 72:9)


Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.
Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.


Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.
Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.


Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.


Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).

Minggu, 27 Maret 2011

Menghitung Umur Semesta

Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…
Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…
Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun…
Kok bisa secanggih itu ya?
Terus bagaimana angka  18,26 milyar, bisa diperoleh ?
(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.
“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”
(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.
“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.
“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:
365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.
Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!

Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.
Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.
Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?
boleh yakin… boleh juga tidak…
WaLlahu a’lamu bisshawab…

Kecepatan BURAQ

Istilah buraq mungkin berasal dari istilah barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 20,
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.”
Dengan perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi Muhammad SAW hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan di atas sinar. Suatu kendaraan dengan kecepatan yang sangat jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita capai sekarang ini. (Sumber: ’Isra dan Mi’raj’ oleh Armansyah, 20 Agustus 2006, www.swaramuslim.com).
Berdasarkan penyelidikan, kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 km per detik. Bila diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, maka diperlukan waktu dilintasi oleh sinar dalam 8 menit.
Sedangkan untuk menerobos garis tengah jagat raya memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya, dengan melalui galaksi-galaksi, yang selanjutnya menuju kulit bola alam raya. (Sumber: S. Anwar Effendie, Isra’ Mi’raj, Perjalanan Ruang Waktu dalam Kaitannya dengan Penciptaan Alam Raya, Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1993).

Bagaimana dengan kecepatan malaikat?
Seperti kita pahami, satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi. Ini ada di dalam QS. Al Ma’arij ayat 4,
”Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Sementara, untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dengan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, setidaknya diperlukan waktu 10 milyar tahun cahaya (bahkan mungkin lebih dari itu, wallahu a’lam).
Artinya untuk perjalanan tersebut diperlukan waktu seperti perhitungan berikut ini:

1 hari malaikat = 50.000 tahun
200.000 hari malaikat = 10 milyar tahun (cahaya)
200.000 hari = 547,9 tahun (dengan perbandingan 365 hari = 1 tahun).

Berdasarkan data di atas, malaikat memerlukan waktu 547,9 tahun, untuk melintasi jagat raya.menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi (maksimum 12 jam). Namun pada kenyataannya, malaikat Jibril dalam peristiwa Mi’raj,
Jadi kecepatan buraq, berkali-kali lipat daripada kecepatan kilat, bahkan melebihi kecepatan malaikat sekalipun.
Dengan demikian, wajarlah bila dikatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj diperjalankan oleh Allah sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Isra’ ayat 1,
”Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat

Newton dan Apelnya

ide Itu muncul 350 tahun lalu, Ketika la sedang terpekur di bawah pohon apel, di tengah perjalanannya saat pulang ke rumah orang tuanya di Inggris sebelah utara. Merebaknya wabah penyakit memaksa University of Cambridge, sekolahnya, ditutup sementara, dan la haru menyingkir dulu.
"Saat Itulah ada buah apel yang Jatuh. Ia lalu berpikir, kenapa apel itu jatuh tegak lurus ke tanah, kenapa tidak miring, atau malah ke atas? Kenapa se lalu ke arah pusat bumi? Pasti karena bumi menariknya. Pasti ada kekuatan yang mampu menariknya." Berkat nukllan dari catatan tua milik William Stukeley Itu, semua orang kini bisa membayangkan pengalaman Isaac Newton yang sesungguhnya dengan buah apel. Pengalaman itu yang membimbingnya menjadi ilmuwan besar.
Stukeley adalah teman seba ya Newton. Dalam catatan Itu, Stukeley mengungkapkan bahwa Newton berbagi cerita tentang kejatuhan buah apel itu pada sebuah sore di musim semi 1726. Keduanya saat itu juga berada di bawah pohon apel.
"Dia bercerita bahwa Ide tentang gravitasi muncul dalam pikirannya ketika dia sedang dalam posisi yang sama (di bawah pohon apel) pada 1660-an," tulis Stukeley. Pustakawan Royal Society, Keith Moore, mengatakan bahwa buah apel bisa mengilustra-slkan banyak hal bagaimana sains modern bekerja, menjadi referensi implisit untuk tata surya, dan bahkan pengingat kepada Kitab Suci. Menurut Moore, Newton adalah seorang yang juga religius, pasti tahu kisah Adam dan Hawa. "Tapi ketika Newton mendeskripsikan proses pengamatannya terhadap apel yang jatuh itu, dan mener-ka-nerka prinsip di baliknya, la pasti bicara tentang metode ilmiah, katanya.
Catatan Stukeley Itu menjadi bagian dari kado ulang tahun ke-350 Royal Society. Akademi para Ilmuwan Inggris Itu memilihkan di antara koleksi makalah Ilmiah pentingnya sebanyak lebih dari 60 buah untuk kemudian diunggah ke dalam situs per Senin lalu. Catatan Stukeley itu, misalnya, bergabung dengan catatan Robert Hooke, Ilmuwan rival Newton pada abad ke-17, yang juga telah lama hilang. tf